Friday, December 31, 2021

Log Date : 31 Dec 2021 - #DearFutureMe

 Hi, Future Rizki!

It's me, 2021 Rizki, saying hi from the past to you! Semoga lo selalu diberikan kesehatan dan keberkahan untuk kalian semua disana! How's Zell dan Bundo? Semoga mereka selalu diberikan kesehatan dan keberkahan ya! Dan apakah Zell sudah punya adik?? Ho-Ho-Ho, you sly bastard, way to go if you do!! Are Mom and Dad and Ading fine? I hope they still happy and accompanying all of you!!

Well, I just want to say Hi, maybe it's been a rough week for you, and it's almost the end of 2021. I think it's our obligation to give ourselves some pat on the back and preparing some reminders for our futures for some memories log! Maybe grab some popcorn, just a bit. It won't take too long

OK, let me start:

  • CONGRATULATIONS!! our beloved daughter have born! She was a cute girl since day one and getting cuter and funnier and smarter day by day! Don't forget to keep sending her photos and videos to her email! I'll start sending it to her tomorrow.
  • You got some raise and lifted of the SP Ban as per this December!! And I hope I took a right decision for us in the future regarding our job. Please, remember what you believed : give contribution, do not seek for recognition, awards come for those who worth.
  • Remember From These Boxes? You started it on this year! How's it going of there? I hope you got some significant improvement since today.
  • And also remember that you have that Jotaro Kujo's costume? Still using it? Why you still using it, man!? But yeah, I'll be happy if you still wear it.
  • This year is your First Anniversary with Bundo! All is well and I hope still going well for many billion years ahead! We love our wife so much, and She love us too. No doubt in that shit.
  • ESSE's HONEYPOP is the best!
  • Remember that you have a bunch of shiny glittering cards that might have some valuables in the future. Keep it clean, keep it pristine. And also some HotWheels and some toys. But don't sell them! Fuck, they are your treasure, man! Don't sell them at all cost. Sell the cards.
  • Do you add more books in our tsundoku collection? What books do you add? Man, I hope I managed to recap all the books we have. I'll put it right here, if I managed to finished it.
  • Ading finished her GradSchool this year. Did she got her first job yet? I hope she managed it well!! Can't wait to see what she capable of professionally. She'll make Dad proud.
  • Managed to drive the motorbike yet? You won the Office's Grandprize this year! It's a motorbike.
  • And the last thing to gave you some reminder: you managed to pass a half of 2021 as a LiveStreamer on Twitch, and after the birth of our beloved daughter, you managed to gain some viewers on Youtube as FTB and sold some singlecards on TokPed.
I think that's all I want to say and remind you. I hope it's enough - I focused on the significant ones that might be helpful one day in the future.

Stay healthy and stay foolish, my friend. Give Zell and Bundo and Mom and Dad and Ading some kisses and hugs. I love them so much.


Smell you around,
2021 Rizki

Monday, December 27, 2021

Log Date : 27 Dec 2021

Sebuah rencana terkadang hanya menjadi sebuah wacana walaupun telah diiringi oleh niat dan juga hasrat.

Blogpost terakhir di blog ini gue buat pada tanggal 1 April 2020, yang dimana menjadi terlihat seperti sebuat anti-thesis atas statement gue pertama kali membuat blog ini : menulis setiap hari, despite apapun yang terjadi. Namun kembali lagi - itu hanyalah sebuah rencana. Pada saat itu, hal ini nampak sangat realistis dan feasible untuk dilakukan. Apalagi yang dapat dilakukan oleh seorang pemuda berumur 28 tahun di malam-malam sendirinya?

It's kind of funny ketika mengetik hal ini pada saat ini. Tahun belum berganti menjadi 2022, namun banyak yang sudah berganti semenjak 2020 silam. Things happens so freaking fast, all I see was blurred lines. Banyak hal yang berubah semenjak 2020 lalu: gue telah menjadi seorang suami dan seorang bapak, gue mendekati umur 30, adik gue sudah tidak berhubungan dengan pacarnya dari tahun 2020 lalu, harddisk yang berisikan koleksi film dan lagu sudah berpulang ke Microchip Yang Maha Agung, PlayStation 5 sudah rilis dan alhamdulillah gue sudah memilikinya, the born of my beautiful daughter, gue membuka sebuah toko kartu di salah satu online marketplace, gue membuat beberapa konten di youtube, gue sempat melakukan live streaming di Twitch, gue iseng membuat podcast yang hanya berisikan gue dengan dua karakter lain yang merupakan diri gue sendiri namun diubah pitch suaranya, dan lain-lain yang ga mungkin bisa gue inget satu per satu. Fuck, it's been two years since.

Some might changes, but some still standing on their own feet.

Pandemi masih berjalan, gue masih tinggal di gedung ini dengan istri dan anak gue, gue masih belum punya rumah landed, gue belum ganti HP sampai sekarang, gue masih mengoleksi stiker, buku dan kartu, masih banyak buku gue yang belum sempat gue baca dari tahun-tahun lalu, masih berkutat di department Human Capital, masih berada di kantor yang sama, masih mengelola akun art yang sama sampai sekarang.

Banyak hal yang berubah dengan cepat dan tidak terasa, ada juga yang mengena sampai ke dalam jiwa dan membekas baik secara mental maupun jasmani. Ada kehilangan dan juga ada juga suatu perjumpaan. Ada yang menjadi lebih baik, ada yang memberikan keburukan pada sisi tertentu.

Sebuah rencana terkadang hanya menjadi sebuah wacana : rencana-rencana gue dari tahun 2020 lalu banyak yang menghilang, namun juga banyak yang mendadak muncul dan bahkan menjadi suatu prioritas. Banyak yang sudah gue rencanakan, namun kita tidak bisa berkata "Nope, I have this plan for myself now.." kepada Dia yang sudah menciptakan kita. Kun faya Kun - terjadi maka terjadilah. Dan semua terjadi begitu saja, tanpa ba-bi-bu, tanpa seruan apapun. And here I am, sitting on the living room and writing, while my Wife resting in the bedroom with our lovely daughter.

Things might go beyond what we've planned or expect. Some might lead into an eternal happiness, some might be leads into something in the contrary. But once again, human might plan, but God will act according their master plan, for you and the better you and your better future.

Why I preached??

Wednesday, April 1, 2020

Log Date : 01 April 2020 - Strangers and Love

Setahun kemarin gue banyak ketemu dengan strangers - orang asing. Entah di kerjaan ataupun di masalah kehidupan. Terutama percintaan. Tetumbenan gue adalah menggunakan dating apps: named it - Tindr, OK Cupid, Bumble. I don't know, maybe because I need some other way untuk menemukan pasangan instead of kesengsem dengan rekan kerja or temen deket gue lagi.

Dulu hanya berkisar dengan temen satu sekolah atau satu kampus. Gak pernah kenalan ataupun tertarik dengan orang diluar zona yang gue familiar. Makanya ya orangnya itu-itu aja. My GF would be my ex-GF friends or vice versa. Muter aja gitu kek gasing.

Truth to be told, gue menggunakan dating apps simply untuk menghindari keadaan yang sama yang telah berulang kali terjadi sama gue. Bukan menutup kemungkinan untuk gue dekat dengan orang di lingkungan familiar lagi, bukan. Tapi lo ga akan tau perkara jodoh lo itu siapa dan dimana. Mungkin kebetulan jodoh lo memang sangat berada di depan muka atau di area lo berada dan chemistry terjadi. It happens with my friend - he met his wife at the office. Same thing happened with my Mom and Dad - they both met on the same office they worked on.

I just want to expand my POV. Tapi kalau memang POV ini sudah dilebarkan selebar-lebarnya dan memang tidak ada, mau bagaimana lagi. Mungkin jodoh gue berada di ujung dunia belah mana gitu, yang memang tidak akan pernah ketemu. Hingga pada satu titik, Yang Maha Esa akan berkata "Kesian, nih gue kasih yang deket aja.." dan, qun fayaqun - jadi maka terjadilah.

Geez, this topic never gets old to talk about.
I remember writing and rambling about this topic MANY times on my old blog. When I was a teenager.

But I guess, love is not limited by time or age. It's simply matters of feeling that could transmitted across time and space.

Tuesday, March 31, 2020

Log Date : 31 Mar 2020 - The Reason

Beberapa tahun yang lalu, lebih tepatnya ketika gue memasuki masa SMA, gue membaca sebuah buku yang tidak jelas. Sebuah buku yang gue ga tau apakah itu termasuk kedalam genre komedi, atau biografi, atau ya cuma sebuah buku yang terbit hanya untuk lucu-lucuan aja. Yang ga gue tau pada saat itu adalah buku tersebut merupakan roket peluncur seseorang diluar sana, yang gak gue kenal sama sekali, yang sebelas tahun kemudian membuat seseorang tersebut menjadi sebuah public figure dan bahkan membuat seseorang tersebut menjadi orang yang sukses.

Buku tersebut berjudul Kambing Jantan.
Buku tersebut merupakan buku pertama Raditya Dika.

Banyak hal yang terjadi selama sebelas tahun itu - budaya, preferensi, selera, norma. Sebelas tahun setelah itu, gue kembali lagi disini, disebuah blog baru yang sengaja gue bikin dengan menggunakan nama blog gue yang lama, dengan layout yang kurang lebih sama (dimana gue cukup bersikeras untuk mengingat bagaimana bentukan blog gue jaman dahulu itu, tapi merasa percuma.. Totally blank,) dengan tujuan yang sama, dengan konten yang mungkin pada akhirnya kurang lebih sama.

Enggak, gue gak berencana untuk traveling back through time, regretting the choices I've made and in a denial phase hanya untuk merasa lebih baik secara psikologis di saat seperti ini. Enggak. Gak ada yang perlu gue sesali, gak ada hal yang gue pengen banget untuk relive, ga ada hal-hal yang masih menahan gue untuk terus maju yang tertinggal di masa lalu.

All I want is freedom of writing.

Gue memang sudah memiliki akun blogger lain (2 biji malah..), dan dua-duanya memang gue buat dengan tujuan dan peran masing-masing. FromTheseGlasses yang terfokus kepada reviewing game, film, dan hal-hal yang menarik bagi gue; dan ReadDieRepeat yang bertujuan khusus untuk memberikan review akan buku-buku yang telah gue baca. It all started from back then, reading Kambing Jantan and then found out who is Raditya Dika. I read his blog, and boom - I want to write too.

Berbeda dengan Haruki Murakami yang menemukan hasrat dan kepercayaannya bahwa ia bisa menulis suatu cerita setelah ia menonton suatu pertandingan baseball, gue merasa bisa menulis sesuatu, ya karena gue melihat bahwa Raditya Dika pun bisa. He was my idol, back then.

I wrote a lot, I even make some short stories, print it out, shared it to my friends at school (beberapa doang, ga banyak.. cuma 3 orang) and asked them is it good or bad. My ex-girlfriend wrote blog too, we even made a blog for two. Some of my friends started to make blog too, with their own writing styles and themes and point of views. It all started just because someone brought a book. A single action that caused a massive reaction.

The willingness of writing still attached on me until this day, until this moment. It still burns bright and hot, never lit down a single inch.
But I never had the time to write it down, to finish it up.
Time, once again, is my nemesis.

But I have this plan, dan plan ini berhubungan erat dengan blog ini.
Gue akan mencoba kembali menulis sehari sekali disini.
Entah hanya update kehidupan, atau simply rambling gak jelas.
Entah panjang banget-nget-nget atau ya sedikit bgt.
All I need to do is write.
Everyday.

Just like I used to do back then.

Friday, November 29, 1991

Log date : unknown

I had a book of considerations - listed a lot of people that I care, fond and looking up to. But I believe none of them considering me into their own consideration book.

People had their own life. So does my parents, my wife and my children. But I think, the amount of consideration they give about me is not as big as to others.