Friday, January 20, 2012

BOOZAAHHH!!!!!

It's a miracle! akhirnya gue punya waktu buat ngebuat blog gue tetp up-date seperti ini, walaupun sebentar lagi adzan solat jumat udah mulai berkumandang. Ah by the way, mau cerita banyak banget ini.. Langsung aja yes...

It's done!! Semester 5 sudah terlewati dan tentu aja UASnya yang, well berhasil membuat gue menjadi manusia yang lebih berbulu dari pada biasanya (maksudnya gue lebih sering berbulu dari pada biasanya (maksudnya gue pake jaket ( gak tau kenapa pake jaket juga -__-))). Semester 5 ini gue lewatin dengan cukup baik dan cukup absurd. Ya, memang, absurd telah menjadi sebagian diri gue. Hhmmm bisa dibilang mutualisme juga engga, parasitisme juga engga. Mungkin seperti buluisme, ada disana tapi engga menggangu, tapi annoying untuk dilihat. Yaaaaa~ Suree~

In the end, semua berjalan dengan (cukup) lancar. Tidak ada begitu halangan yang berarti, kecuali sikap malas gue yang makin hari, makin semester semakin menggila. Sebenarnya, gue itu gak males, cuma kurang termotivasi. Yaaaaaaaaaa, bisa dibilang udah setaun sih gue menjomblo. Nah, i'm not going to say i'm single. Like my friend said, "I'm waiting for the one.. I'm not single or available.. It's already taken, but i don't know who is the owner..". Yap, bersabar dan penggeseran otak itu memang beda tipis.

Oia, hari ini itu hari ulang taunnya band gue, L.I.A.M.!! Happy birthday!! Band gue ini memang gak pernah manggung, cuma sering latian doang, dan memang tidak memiliki achievement apa-apa. Tapi, seperti menurut kata temen sekaligus ex-manager kami dulu (band yang tidak pernah manggung punya manager.. keren):
"Memang band ini gak pernah eksis.. Tapi soul-nya ada di dalam diri kita masing-masing ki.."
 Hiks, lumayan sedih juga sih.. Impian yang banyak digantungkan disitu, gak pernah ada yang terealisasi. Tapi gak apa-apa, lumayan kalo nanti ditanyain ada pengalaman atau apa, gue bisa jawab "Saya pernah main gitar sama benerin kabel pak..".

Dan, masih dengan masalah ulang tahun, hari ada temen gue yang menjadi seorang tante.
Gue ulang dan gue capslock biar keliatan..

MENJADI TANTE!!

Yaaaa, dia berhasil menjadi tantehari ini jam 5an tadi pagi. Dan disini gue pengen ngucapin ke ponakannya itu:

Welcome to this world, ALIKA KIRANA AZALEA KUSUMA!! Be an awesome girl, masa depannya baik dan cerah, dan plis jangan suka kelupaan bawa hati dan otak seperti tantenya yaa :D Aminnnnn *doa*


Dan, sepertinya segini aja dulu deh. Mau mencoba menikmati liburan seminggu ini sebelum masuk kuliah lagi buat semester pendek, mau latian gitar lagi, mau upgrade PC gue, mau bikin account deviantart lagi, mau produktif lagi, dan semoga mendapatkan pacar. Happy holiday all!! Woopppieee~

Sunday, November 6, 2011

Random #5: Cow and Goat

Selamat pagi!!!

Gue menulis ini langsung setelah sholat Ied kelar, dirumah, dengan perasaan hati yang nyaman dan tenang. Bener, gue gak jadi dikurbanin.

Ngomong-ngomong tentang kurban dan Idul Adha, dan mumpung gue masih inget, gue ingin ngucapin :

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA EAAAA

Oke.

Post kali ini gue pengen ngebahas tentang sapi dan kambing. Well, kenapa seperti itu? Gue berfikiran sapi dan kambing-kambing yang innocent itu aslinya gak mau disembelih. Mungkin kalau gue bisa berbahasa kambing dan sapi, gue akan mengetahui apa yang mereka pikirkan. Mungkin gue bisa meyakinkan mereka bahwa dengan pengorbanan mereka akan membantu orang banyak, sehingga mereka mati dengan ikhlas. Ketika disembelih, mereka tidak meronta-ronta. Semua senang, dan menjadi suatu pertunjukan keluarga yang mendidik dan menjadi standard pernyataan dari para dokter yang ingin nyuntik pasien: "Gak sakit kok.. Kaya digigit semut..".

Tapi, disamping itu, adalah hal yang jadi pemikiran gue ketika seharusnya gue mendengarkan ceramah di mesjid tadi.



1. Gimana Kalau Mereka Kabur
Pernah kan liat berita ada sapi yang kabur di jalan Sudirman yang waktu itu? Ini baru satu sapi, coba kalau lebih dari satu sapi yang kabur. Tadi pas informasi acara di mesjid, banyaknya sapi dan kambing yang akan disembelih itu ada sekitaran 200 atau berapa gitu. Dan gue ngebayangin apa yang terjadi jika sapi-sapi dan kambing-kambing itu kerja sama untuk melarikan diri dari penjagalan diri mereka itu. Kota wisata bakalan chaos! Sapi kambing dimana-mana, seruduk sana seeruduk sini. Kaya upacara di Spanyol yang dimana para banteng dilepas di satu alley, tapi ini cenderung tidak berbahaya. Mungkin problem utama adalah akan banyak kotoran sapi dan kambing yang akan bertaburan dimana-mana.

2. Family Issues
Sebagai makhluk hidup yang sebenarnya, pasti akan memiliki sanak saudara yang menunjang kehidupan mereka. Mungkin sama halnya dengan para sapi dan kambing itu. Kita tidak tau akan menyembelih siapa? Apakah sang bapak? Apakah sang anak atau ibunya? Apakah paman jauhnya? Yang kita tidak tau lagi apakah, keluarga mereka ini, rela atau engga ditinggalin? Atau ada konspirasi terselubung, misalnya si anak ternyata hasil perkawinan antara si emak dengan sapi peternakan lain? Atau mungkin si bapak terlibat hutang kepada sapi tetangga sebesar empat ikat jerami yang belum terbayar selama tiga tahun? Isu keluarga memang susah untuk diunggap, dan sepertinya hal ini berlaku di kelompok masyarakat hewan.

3.Superioritas Kambing dan Sapi
Tiap kurban, di Indonesia, yang dikurbankan itu mayoritas adalah sapi dan kambing aja. Tapi kan ruang lingkupnya besar, kurban gak harus dua makhluk itu aja kan? Ada unta, yang notabene jika disembelih memiliki pahala yang paling tinggi. Dari ketiga makhluk itu, semuanya mahal. Kenapa ayam gak dijadiin alternatif hewan kurban? Kenapa ikan juga engga? At least dengan harga mereka yang affordable, para kaum bawah gak selalu harus mendapatkan daging kan? Mereka bisa juga ngasih sembelihan berupa ayam atau ikan ini. Mereka dapet pahala dan juga dapet daging juga, dan semua bahagia. Malah yang paling absurd dikeluarga gue, malah menyarankan untuk berkurban kucing. Oke, bener-bener absurd.

Itu dia pemikiran gue yang aneh-aneh yang dari tadi nemplok di otak gue. Sekarang lagi disuruh siap-siap buat ke Pondok Gede, kerumah tante. Doakan gue disana gak ditanggkep dan dikira sapi premium ya. Ntar daging gue dijadiin wagyu lagi..

Adieu~

Monday, September 5, 2011

Permintaan Maap Yang (Agak) (Sangat) Telat

Ketika silaturahmi terhalang oleh pulsa..
dan sebuah paket BB yang berharga 99ribu per bulan..

Ketika ucapan saja..
tidak cukup kuat untuk mengutarakan..
yang berasal dari hati..

Ketika sinyal tiap provider menjadi mengesalkan dan menyedihkan..
di tiap malam Lebaran..
yang penuh dengan haru..
dan opor ayam..

Ijinkan saya..
pemuda muda..
yang terlihat sangat tua..
untuk mengucapkan maaf..

maaf untuk segala kesalahan..
yang disengaja, dan yang tidak sengaja..

maaf untuk segala perbuatan..
yang membuat ngebatin,
"Ngehe ni orang.."..

maaf untuk segala tingkah laku,
yang sungguh absurd dan tidak bermoral..
yang sangat saya sukai..

mohon maaf,
untuk segalanya..

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
Mohon Maaf Lahir & Batin..

Sincerly,
Rizki Aditya - Pemuda yang Muda.



P.S.:
Masih adakah sisa opor kemarin? Bagi atuh~

Saturday, August 13, 2011

Random #4 : #SaturdayRomance

Banyak yang beranggapan, seseorang yang jomblo, seseorang yang single, seseorang yang menjalani hidupnya diantara kenyamanan dalam kesendirian dan keinginan untuk di-inginkan, adalah orang yang cenderung tidak dapat menikmati indahnya malam mingguan. Malam yang dimana yang pernah disebutkan oleh guru adek gue sebagai "the night when all people goes young". Malam yang cocok untuk berduaan doang sama pacar ngeliatin lampu kota. Malam yang cocok untuk tertidur di pinggiran tol Jagorawi. Malam yang dimana, makan cheeseburger McD beserta kentang dan coca-cola sendirian di meja, menjadi momen yang pengen diulang kembali.

Bagi gue, malam minggu adalah malam yang, bisa dikatakan romantis, identik dengan muda mudi yang kliyeran di jalan, sambil gandengan atau sambil gendongan, seorang cowok yang nyamperin rumah sang pacar dengan membawa setangkai bunga bakung mawar merah, atau seorang cewek yang malu-malu kucing secara perlahan nyender ke bahu cowoknya di dalam bioskop. Simple, tapi ngebekas. Beda sama sunat, agak rumit, tapi gak ngebekas.

Seperti yang pernah gue liat di Bogor beberapa waktu lalu. Di lampu merah, lumayan abis ujan, gue ngeliat dari balik jendela mobil, ada abang-abang jualan beberapa tangkai mawar merah. Waktu itu gue sempet mikir, gue sama sekali belum pernah ngasih pacar gue bunga sama sekali. Apakah itu suatu keharusan untuk seorang cowok memberi bunga ke pacarnya? Kenapa gak bawain martabak atau nasi goreng sekalian? Bunga, gak bisa dimakan (kecuali pacar anda adalah sejenis hewan kambing), sedangkan martabak atau nasi goreng bisa dimakan. Dinikmati berdua sambil nonton tv, bercanda, sambit-sambitan.

Call me unromantic. Tapi memang sampe saat ini, bagi gue, bunga itu hanya akal-akalan orang jaman dulu, terutama para florist (bagi yang ngebaca dan punya hubungan dengan tukang bunga, no offense ya.. Kalian sangat berguna kok, apalagi kalau lagi keadaan 'marahan'). Dan kenapa hanya terpaku pada beberapa bunga saja? Mawar, dan mungkin, melati? Bukanya semuanya indah? (ref: lagu 'Kebunku').

Menjauh dari bunga, kita berbicara tentang momen-momen romantis. Bisa aja first kiss, first hug, first dinner, first smooch, first 'push-ups', dan first-first lainnya yang sesuai dengan keinginan lo. Pertanyaannya adalah, apakah romantis itu?
"in relationships, romantic can be defined as a freeing or optimizing of intimacy in a particularly luxurious manner..." - Wikipedia.
Menurut om Wiki, romantis adalah membebaskan atau mengoptimalkan kedekatan melalui perilaku yang 'spesial'. Dalam keadaan normal, kiss, hug, even sex could be counted as romantic. Tapi, bagi gue, romantis gak terpaku dari situ aja. Awkward moment juga bisa menjadi romantis, kadang debat membawa keromantisan sendiri, suap-suapan, ketawa bareng, menggila bareng, dan tentu saja, jarak terkadang sangat berpengaruh dalam meningkatkan efektifitas dari kadar romantis itu (walaupun di sisi lain, memperburuk faktor lainnya).

Speaking of jarak, pasti gak jauh-jauh dari namanya bulan. Bagi gue, bulan adalah benda angkasa yang paling romantis yang pernah ada di bumi, mengalahkan setangkai bunga dan sekotak coklat valentine.

Kenapa gue bilang romantis? Bulan itu, mereka gak ngomong, gak macem-macem, gak minta yang aneh-aneh. Mereka bergerak, bersinar, gratis, dan bisa dinikmatin kapan aja. Dengan adanya bulan, seseorang dapat mempunyai pikiran bahwa ada seseorang diluar sana, yang sedang melihat bulan yang sama, mengalami hal yang sama dengannya dan merasakan apa yang dirasakannya.

Beda sama benda-benda romantis lainnya, yang untuk menggunakan dan untuk punya itu mereka harus ngeluarin upaya untuk itu. Dan terkadang benda-benda itu hanya bersifat sementara (contoh: martabak, nasi goreng, coklat, dll).

Maka dari itu, kalau mau menjadi romantis, gak usah ngeyel menjadi romantis maksa. Yang ada malah keliatan gagalnya. Jadi yang dia inginkan itu boleh, tapi jangan ampe lupa siapa diri lo sebenernya. Kalau lo orangnya slengean, kurangin kadar slengean itu. Kalau lo orangnya lumayan necis, kurangin dikit ke necisan lo. Kalau lo orangnya udah gila, random, absurd pula, well lebih baik lo nyari seseorang yang bisa nerima ke absurd-an lo itu tanpa lo kurangin sama sekali. Kenapa gue bilang kaya gitu? Well mate, life doesn't always run smoothly ain't that right? :)


Bulan yang sama. Orang yang berbeda. Tapi memiliki pemikiran yang sama. Anjrit, itu epik abis.

Friday, August 5, 2011

Review #4: Three Months Resume

WADAAAPPPP!!!!!

Yep, it's me again! Back to the net!

Udah sekitar *ngitung jari* tiga bulanan gue gak ngepost hal-hal baru. Ya, soalnya memang gak ada yang baru sih. Jadi, dari pada panjang-panjang gue basa basinya, mari gue mulai review gue!!

JUNI
Gak ada kejadian apa-apa. Seinget gue itu lagi waktu-waktunya gue deket-deket UAS. Ya jadinya gue agak fokus gitu ke pelajaran (yakali). Kalau gak salah gue nonton Limitless waktu itu, sama temen gue, no further information about who is she, you know the rest of the story.

JULI
Point dari bulan ini itu adalah UAS. Yaaaaa, minggu paling berbahaya, paling gak tau malu, dan paling membuat ketek kebasahan untuk para mahasiswa, tapi gak begitu membuat basah ketek mahasiswa yang rajin belajar. Simply ordinary, and a very plain month. Gak ada apa2 kecuali hari dimana gue mengetahui IPK yang gue dapet! BWAHAHAAHAHAH!!

AGUSTUS
Puasaan! Satu kata yang paling cukup ngerepresentasiin bulan ini. Dan, mulai banyak pengharapan dari gue bermunculan. Dari bukber sama anak-anak dan manusia satu itu, sampe ada hal yang gak bisa gue sampaikan disini. Dan bulan ini juga gue banyak ketemu anak-anak SMA gue dulu, ya cuman sebentar, ya lumayan buat lucu-lucuan aja. Dan rencananya mau ada reunian SMP malah. Entahlah, ikut atau engga guenya. Bingung.


Yap, segitu dulu reviewnya. Entah mungkin ada beberapa plan yang mau gue jalanin. Antara lain mau nonton Transformer 3, Harry Potter yang part 2, kalau ada Smurf gue mau, pengen ke TransStudio Bandung, dan yang paling, dan sudah sangat hampir krusial adalah *ehm* pacar. Entahlah, emang takdirnya nge jomblo kali yak.

Mungkin iya, mungkin engga. Setidaknya dengan blog ini gue gak galau-galau amat lah :D

Hahaha, thanks for read! Adieu~

Tuesday, May 31, 2011

Random #3 : #MeiMelankoliaRomantia

End of MAY!!

Yay, sudah sebulan aja gitu ni waktu berjalan. Masi inget pas waktu itu ujan-ujan, pagi-pagi, dan gue dalam keadaan rada galau pada saat itu. Jadinya gue nge tweet, yang pada saat itu sungguh terlihat seperti anak cewek ABG yang habis diputusin pacarnya. Gue lagi ngeblank, mikirin seseorang yang lagi gue demen-demennya sampe sekarang. Yang pernah membuat gue membeli kopi yang lumayan mahal (dan membuat gue rada nyesek pas minta billnya), dan merubah rasanya menjadi sangat pahit.

Sesaat setelah gue ngetweet galau itu, temen SMP gue, merespons dengan irama ngeledek engga, ngena di hati iya. Dia cuma bikin hashtag MeiMelankoliaRomantia sebagai balesan atas tweet gue ini. Jujur, gue gak tahu menahu tentang apa ini. Mungkin hanya serangkaian kata yang disusun random dan terdengar sangat catchy di kuping. Ngomong-ngomong tentang catchy, ada temen kuliah gue yang mengganggap theme song-nya Angry Birds adalah catchy. Entah darimana dia beropini kaya gitu.

Back to the story, jadi disinilah gue, duduk di depan komputer menikmati akhir-akhir bulan Mei ini. Menurut gue bulan mei ini sama seperti apa yang dikatakan oleh temen gue itu. Melankolis dan romantis. Dalam 31 hari ini, gue melewati lumayan cukup banyak kejadian-kejadian yang berhubungan dengan hati dan perasaan gue. Bayangin, jatuh bangun ngejar gebetan yang masih belum sadar atas gue, mencoba untuk merelakan dan mencoba berfikir bahwa dia not worth it  untuk gue kejar, dan beberapa saat kemudian menyadari kalau si gebetan masi ngawang-ngawang di otak dan hati beranggapan bahwa dia very worth to get!! Dan apa lagi kalau mengetahui bahwa kesempatan itu mulai muncul walaupun hanya sebesar 50%.

Nyokap pernah bilang,"Kalau hati udah bicara, mending ikutin aja.. Biasanya lebih tepat dibandingin otak.."

Jadi, mungkin semua ini, sebulan ini gue diajarin untuk belajar "mendengarkan" hati gue, yang biasanya gue adalah manusia yang cenderung gak berfikir sebelum bertindak (contoh udah tau sop iga kuahnya panas, gue main sruput aje. Alhasil lidah kebakar..) mencoba untuk mendengarkan bisikan dari benda yang kalo digambar berbentuk pantat terbalik keatas dan berwarna merah, atau pink. Dan, mungkin kalau gue mendengarkan hati gue dari awal, mungkin gue gak perlu meminum kopi super pahit itu sendirian saat itu :)

Wednesday, May 18, 2011

Random #2 : Persepsi, Persepsi, Persepsi.

Kriteria cowok dimata perempuan itu banyak. Itung aja dari ganteng (entah kenapa hal ini menjadi prioritas pertama), gagah, suaranya keren, banyak duitnya, berjambul, perhatian, sayang, bla bla bla, bla bla bla. Untung gue dilahirkan sebagai laki-laki, kalau gak, post kali ini berasa kaya salah satu halaman biodata di biro jodoh.

Tapi ada juga hal yang aneh-aneh dari perempuan. Ada yang suka ngeliat cowo jealous karena dia, ada juga yang suka ngeliat cowo brewokan, ada yang suka ngeliat cowo pake v-neck, dan seterusnya sampe mungkin ketika satu-satunya laki-laki di dunia adalah hobi ngemil beling, itu akan dianggap keren.

Beda sama cowo yang (terkadang) mengkriteriakan cewe idamannya seperti apa. Ada yang hobinya muka oriental, muka bule, ada yang suka dengan bagian-bagian tubuh tertentu seperti mata, bibir, atau paling parah adalah melihat dari rambut. Ada yang melihat dari tingkat ke "lucuan" mukanya, gaya berbicara (yang kebanyakan adalah mendesah disertai dengan ngos-ngosan), sampai-sampai cuma dari senyumnya aja bisa ngebuat cowok kleper-kleper kaya nyamuk kebanyakan minum baygon.

The fact is, gue adalah tipe orang yang tertarik dengan wanita bergigi kelinci (bukan, bukan cuma 2 gigi seri di depan tanpa geraham dan taring) dan dari matanya. Gue bukanlah fetish kelinci ataupun mata, entah kenapa dari dulu gue mengganggap wanita bergigi kelinci itu lucu dan imut. Dan yang gue gak taunya, apakah wanita seperti itu cocok dengan gue, item gede buluan.

Mari kita ambil contoh Agnes Monica.

Liat giginya, bukan kalungnya..

See? Ngertikan maksud gue gimana?

Mungkin bagi cowok-cowok lainnya (yang kebetulan iseng nyasar ke blog gue ini) gigi kelinci bukanlah sesuatu yang lucu, imut, dan menggemaskan. Dan memang, gue gak bisa memaksakan image yang sama kepada tiap pria diluar sana bahwa gigi kelinci adalah lucu.

Lucu, cantik, imut, menarik, seksi, semua itu bisa dibilang relatif. Tiap manusia punya takaran dan persepsi yang berbeda-beda ke orang-orang yang ada di sekitarnya. Mungkin bagi si X, wanita tersebut tidaklah seksi, tapi menurut si Y, wanita tersebut bisa membuat dia melakukan mandi wajib tiap hari. Mungkin bagi si Y wanita tersebut berparas kurang cantik, namun bagi si Z, dia rela moto diem-diem untuk cuma dijadiin wallpaper hape. Dan berlanjut mandi wajib setelahnya.

Jadi, janganlah beranggapan kalo ada yang salah dari temen lo ketika ada wanita ber mini skirt kayang didepan lo dan temen lo tidak mupeng sama sekali. Mungkin dimatanya wanita tersebut dianggap biasa-biasa saja, dan atau mungkin saja, iya tahu bahwa wanita tersebut kalau ke kamar mandi masuknya ke bagian laki-laki.